Selamat Datang di Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Jalan Singakarsa No. 38 Kandangan Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Terdapat 6 Bidang Teknis dalam Dinas Pertanian Kab. HSS

Sarana dan Prasarana, Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan,Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Pertanian Salah Satu Fokus Utama

Bidang Pertanian merupakan salah satu fokus utama pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura

Pengembangan berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura terus dikejar untuk swasembada hasil pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Rembug Tani 31 Oktober 2017

Rembug Tani adalah acara pertemuan antara pemerintah dengan petani se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kegiatan yang dilakukan berupa penyampaian aspirasi petani,pemberian bantuan, berbagai perlombaan berhadiah dsb.

Jumat, 17 November 2017

PANEN PADI DI LAHAN LEBAK BERSAMA MENTERI PERTANIAN RI




Rabu 15 November lalu Menteri Pertania RI, Andi Amran Sulaiman melakukan panen padi di Desa Banua Hanyar Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan didampingi Bupati Hulu Sungai Selatan, Drs. H. Achmad Fikry, MAP. Dalam perjalanan ke lokasi padi yang akan di panen, tanpa diduga Bapak Amran Sulaiman terjun ke sawah yang berair dari perahu yang ditumpangi bersama Bapak Achmad Fikry. “Petaninya basah-basahan, menterinya juga harus basah-basahan” seru Pak Mentan RI tersebut.

 

Setelah melakukan panen, rombongan menuju tenda yang telah disediakan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan bersama masyarakat sekitar untuk berdialog dan penyerahan bantuan. Menteri Pertanian RI memberikan bantuan berupa 10 handtraktor, empat traktor roda empat dan empat eksavator. Menteri Pertanian juga memerintahkan agar dibuat tanggul khususnya lahan di Desa Banua Hanyar sehingga panen bisa dilakukan tiga kali setahun. Sehingga Indonesia dapat swasembada beras bahkan ekspor.



Dalam dioalognya, Andi Amran Sulaiman juga menanyakan keluh kesah serta bantuan apa lagi yang diinginkan oleh petani setempat. Bapak H. Akhmad, perwakilan dari Kelompok Tani di Desa Banua Hanyar menyampaikan bahwa petani sekitar sangat memerlukan alat perontok padi dan traktor kecil yang akan sangat memudahkan pekerjaan mereka nantinya.



Rabu, 01 November 2017

Rembug Tani Kabupaten Hulu Sungai Selatan




Selasa tanggal 31 Oktober 2017 dilaksanakan pertemuan seluruh kelompok tani kabupaten hulu sungai selatan yang bertempat di Lapangan Bola Kecamatan Telaga Langsat. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 200 kelompok tani. Para petani pun berkesempatan bertemu Bupati Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Pejabat pemerintahan lainnya.

Acara berlangsung meriah dengan adanya lomba-lomba yang diselenggarakan oleh PERHIPTANI (Perhimpunan Penyuluh Pertanian) dan diikuti perwakilan kelompok tani. Selain itu Bupati berkesempatan melakukan peninjauan sapi hasil kawin suntik, hasil pertanian maupun produk hasil pertanian yang dipamerkan oleh masing-masing Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dari 11 kecamatan. 

Stan BPP Daha Selatan

Stan BPP Daha Utara

 Stan BPP Kandangan

 Stan BPP Daha Barat

Bupati juga melakukan penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN) secara simbolik kepada beberapa kelompok tani. Bantuan yang diberikan berupa Pemipil Jagung 9 unit, Power Threaser 60 unit, Alat Pasca Panen Aren 7 unit, Alat Pasca Panen Karet 5 unit, Pompa Air 3” 40 unit, Cultivator 24 unit, Pompa Air 43 unit dan Kendaraan Roda Tiga 1 unit.


Dilakukan pula penandatanganan MOU dengan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) yang akan menyerap hasil panen jagung petani.
“Jadi para petani tidak perlu takut lagi jagung hasil panennya tidak terjual, sekarang sudah ada yang membeli dengan catatan kualitasnya bagus sesuai standar” tutur Drs. H. Achmad Fikry, M.AP dalam pidatonya.

Dipenghujung acara dilakukan penyerahan penghargaan kepada para petani, penyuluh dan Kepala Balai Penyuluh yang berprestasi serta penyerahan hadiah lainnya kepada pemenang lomba asah terampil sebelumnya. Acara ditutup dengan penampilan kesenian tradisional Madihin oleh Ketua Kelompok Tani Panguruh Desa Longawang.


Kamis, 19 Oktober 2017

Penyakit Rabies serta Penanggulangan dan Pencegahannya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang berperan dalam pencegahan penyakit Rabies yang termasuk dalam penyakit Zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya).
Berdasarkan keputusan Mentan No. 4026/Kpts/OT.140/3/2013, Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) sebagai berikut :
1. Antrax
2. Rabies*
3. Salmonellosis
4. Brucellosis (Brucella abortus)*
5. Highly Phathogenic Avian Influenza dan Low Phathogenic Avian
    Influenza*
6. Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome
7. Helminthiasis*
8. Haemorrhagic Septicaemia/ Septicaemia Epizootica
9. Nipah Virus Encephalitis
10. Infectious Bovine Rhinotraeheitis
11. Bovine Tuberculosis
12. Leptospirosis
13. Brucellosis (
Brucella suis)
14.Penyakit Jembrana*
15. Surra
16.
Paratuberculosis
17. Toxoplasmosis
18. Classical Swine
Faver (CSF)
19.Swine
Influeza Novel (H1N1)
20
Compylobacteriosis
21
Cysticercosis
22. Q Fever
23.
Penyakit Mulut dan Kuku
24. Bovine Spongiform
Encephalopathy (BSE)
25. Rift Valley Fever (RVF)
 
 *) penyakit yang terdapat di kab. HSS 

Penyakit Rabies/Anjing Gila adalah penyakit menular yang menyebabkan enchepalitis (radang otak) akut yang menyerang semua hewan berdarah panas, termasuk manusia.  infeksi pada manusia biasanya selalu berakibat fatal.
Hewan perantara rabies antara lain:
1. Anjing (90 %)
2. Kucing (6 %)
3. Kera/monyet (3 %)
4. Kelelawar (1 %)
   
CARA PENULARAN
Masa inkubasi pada Anjing dan Kucing kurang lebih 2 minggu (10 hari – 8 minggu) pada manusia 2-3 minggu, paling lama 1 tahun tergantung luka pada:
1. Jumlah virus yang masuk melalui luka
2. Dalam atau tidaknya luka
3. Luka tunggal atau banyak
4. Dekat atau tidaknya luka dengan
    susunan syaraf pusat
TANDA – TANDA KLINIS
PENYAKIT RABIES
A. RABIES TENANG:
1. Bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk
2. Air liur keluar terus menerus (berlebihan)
3. Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka
4. Kejang-kejang berlangsung sangat
    singkat dan sering jadi buta
B. RABIES GANAS
1. Takut air
2. Air liur keluar berlebihan
3. Bandel terhadap perintah pemilik
4. Ekor dimasukkan dibawah perut
5. Kejang-kejang terus lumpuh
LOKASI POPULASI ANJING DI KAB. HSS
1. Kecamatan Loksado
2. Kecamatan Telaga Langsat
3. Kecamatan Padang Batung
4. Kecamatan Kandangan
5. Kecamatan Sungai Raya (Eliminasi)
6. Kecamatan Simpur (Eliminasi)
7. Kecamatan Angkinang (Eliminasi)
 
KEJADIAN PENYAKIT RABIES TAHUN 2016
1. Gigitan Anjing di Desa Batu Laki Kecamatan Padang Batung Kab. HSS.Hasilnya Negatif (-) Rabies
2. Gigitan di Desa Bayanan Kecamatan Daha Selatan Kab. HSS. Hasi
lnya dilakukan tindakan observasi terhadap HPR dan kesimpulannya tidak mengarah ke Rabies.









Dalam rangka pencegahan penyakit Rabies ini, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan vaksinasi secara berkala di beberapa kecamatan yang memiliki populasi anjing terbanyak. Fokus saat ini ada di tiga kecamatan yaitu kecamatan Loksado, Telaga langsat dan Padang Batung. Petugas juga melakukan eliminasi pada hewan yang didiagnosis menderita penyakit rabies/anjing gila demi menekan penyebaran penyakit tersebut.